Next Post
IKLAN DISKOMINFO KUKAR

Maksimalkan Yankes, Pemkab Akan Bangun Rumah Sakit di Bekokong

Sekretaris Daerah Memimpin Langsung Rapat Presentasi Akhir Rencana Teknis Pembangunan Rumah Sakit Bekokong Tipe D Di Kecamatan Jempang Oleh PT VAN.

SENDAWAR, WARTA KUBAR.Com – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) akan membangun Rumah Sakit di Bekokong sebagai langkah dan upaya mendekatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang berada di wilayah Kecamatan Siluq Ngurai, Jempang, Muara Pahu, Penyinggahan dan Bongan.

Sekretaris Kabupaten Dr Ayonius S Pd MM meminta Dinas Kesehatan membuatkan program prioritas agar pembangunan RS Bekokong bisa segera terbangun.

Hal tersebut disampaikan dalam rapat pemaparan akhir pembangunan RS Bekokong Tipe D di Kecamatan Jempang, di ruang Rapat Koordinasi lantai III Kantor Bupati, Kamis (12/10).

Dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah menyampaikan sangat mendukung program pembangunan RS tersebut, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembangunan tersebut.

Seperti lahan/tanah lokasi pembangunan yang dihibah Petinggi Bekokong untuk pembangunan RS diharapkan bisa dibuatkan dokumen legal seperti sertifikat agar dikemudian hari tidak ada gugatan.

Selanjutnya juga tim teknis/arsitek harus memperhatikan kondisi lingkungan jangan sampai nantinya juga bermasalah, begitu pula untuk Dinas Kesehatan mulai dari saat ini sudah menyiapkan SDM yang ada di RS tersebut, serta tidak kalah pentingnya RS harus memiliki kesan yang menyenangkan.

Turut hadiri Kadiskes dan jajarannya, perwakilan Inspektorat, Balitbangda, PUPR, Direktur RS Pratama, dan Petinggi Bekokong dan PT Van Techno Saa yang nantinya membangun rumah sakit tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan dr Ritawati Sinaga M Si memaparkan, Rumah Sakit Bekokong Tipe D yang dibagun direncanakan sebagai rumah sakit rujukan yang nantinya mengakomodir seluruh masyarakat dari kecamatan Siluq Ngurai Jempang, Muara Pahu, Penyinggaran dan Bongan. “Semoga niat membangun rumah sakit menjadi berkat bagi masyarakat Kubar,” harap Kadiskes.

Secara khusus Sekda mengharapkan dalam membangun harus diperhatikan faktor-faktor yang ada disekitar. Selanjutnya tim melakukan kajian di daerah tersebut, untuk melihat secara langsung ada beberapa puskesmas dan dari Puskesmas tersebut setiap bulannya ada berapa pasien yang dirujuk, dari data tersebut bisa dilihat standar ekonomi masyarakat. Sehingga dalam membangun sudah bisa menyesuaikan dengan kondisi setempat sehingga tidak menimbulkan permasalahan kedepan.

Selanjutnya dari PT Van Techno Saa menjelaskan pembangunan rumah sakit ditargetkan selama empat bulan. Adapun tipe rumah sakit yang dibangun tipe D maksimal sehingga bisa menampung hingga 91 pasien.

Selanjutnya fasilitas penunjang utama yang ada di rumah sakit Tipe D sesuai keputusan Menteri Kesehatan nomor 340/MENKES/PER/III/2010 program ruang rumah sakit harus memiliki ruangan rawat darurat, ruang rawat jalan, rawat inap, ruang bedah, ruang rawat intensif, ruang isolasi, ruang radiologi, ruang laboratorium klinik, ruang gizi, ruang rehab medik, ruang pemeliharaan sarana prasarana, ruang pengelolaan limbah, ruang sterilisasi, ruang laundry, ruang pemulasaraan jenazah, ruang administrasi, ruang gudang, ruang sanitasi, ambulan, ruang komite medis, ruang PKMRS, ruang perpustakaan, ruang pertemuan dan bangunan/ruang diklat. (KP10)

wartakubar

Admin

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *