Menari Selama 25 Jam, Hudoq Masuk MURI

Mahakam Ulu, warta Kubar.com

Musium Rekor Dunia Indonesia (MURI) telah mencatat Festival seni dan budaya Hudoq Cross Border 2019 Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang dihelat 23-26 Oktober 2019.Bupati Mahakam Ulu, Bonifasius Belawan Geh mengucapkan Terima kasih kepada masyarakat Mahulu atas capaian prestasi dalam Hudoq Cross Border untuk yang kedua kali. Pada tahun 2018 lalu, Hudoq Cross Border Mahulu berhasil dicatat dalam MURI dengan menampilkan Penari (peserta) terbanyak, Yakni lebih dari dua ribu penari, ungkap didampingi Wakil Bupati Y Juan Jenau dan Kepala Disparpora Mahulu Kristina Tening, usai menerima sertifikat penghargaan MURI di Ujoh Bilang, Jumat (25/10/2019).

Atas penghargaan dari MURI, Bupati mengatakan hal ini berkat kerjasama seluruh stakeholder dan masyarakat bersama pemkab Mahulu.

Pemerintah Kampung, Kecamatan, Kepala Adat dan BPK, agar bersinergi membangun Mahulu untuk semua, sejahtera berkeadilan,” kata Bupati.Sementara itu perwakilan MURI, Lutfi Syah Pradana mengakui bahwa pihaknya mencatatkan sejarah baru bagi Indonesia maupun dunia, yaitu pagelaran Hudoq non stop (tanpa henti) pertama yang dilaksanakan oleh Pemkab Mahulu.Awalnya hanya diajukan 24 jam. Namun pada hasil verifikasi bersama, yaitu selama 25 jam nonstop,” ujarnya.

Lutfi menjelaskan, prestasi pagelaran Hudoq tanpa henti tersebut, mencatat waktu dari jam 19.00 Wita Tanggal 24 Oktober sampai dengan pukul 19.00 Wita Tanggal 25 Oktober.

“Harapan kami agar kegiatan seperti ini dapat menginspirasi daerah lainnya di Indonesia untuk melestarikan budaya daerah,” ucapnya lagi.Untuk diketahui, Kriteria dibidang budaya, MURI mencatatkan kegiatan tersebut untuk sifat superlativ (teratas).

# hen #

Comments

comments

About Author

Founder & Jurnalis di wartakubar.com

Leave A Reply